Cari Blog Ini

Minggu, 21 Februari 2010

Letusan Bintang Kerdil Bisa Sebabkan Kiamat


INILAH.COM, Jakarta - Letusan bintang kerdil putih di Bima Sakti ternyata lebih dekat ke sistem tata surya kita dari perkiraan sebelumnya. Letusan itu bisa menghancurkan bumi jika benar-benar meledak.

Pengamatan baru dari kerdil putih yang seperti bintang memberikan pemahaman lebih baik posisi penting bintang sebagai supernova, kata para astronom di pertemuan American Astronomical Society ke 215.

Bintang berada dalam binary yang dekat sistem disebut T Pyxidis, terletak di belahan bumi selatan konstelasi Pyxis. Peneliti menemukan bahwa sistem ini hanya 3.260 tahun cahaya dari sistem tata surya kita, jauh lebih dekat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Satu tahun cahaya adalah jarak perjalanan cahaya satu tahun di bumi, atau sekitar 6 triliun mil.

Penemuan baru menyarankan planet kerdil putih, dianggap dekat dalam standar kosmis, dan akhirnya bisa menjadi supernova.

Radiasi gamma yang dipancarkan oleh supernova bisa mengancam bumi dengan energi yang setara dengan 1.000 lidah matahari secara bersama-sama.

Produksi nitrat oksida dalam atmosfer bumi oleh sinar gamma dapat menghancurkan lapisan ozon, kata para astronom.

Namun kiamat itu tidak akan datang dalam waktu dekat. Perhitungan para ilmuwan menunjukkan bahwa bintang akan meledak sekitar 10 juta tahun, kata Edward Sion, anggota tim peneliti dari Villanova University di Villanova, Pa.

"Sementara kita bisa santai, tapi itu sangat pendek untuk rentang waktu astronomi dan geologi," kata Sion.[ito]

Hubble Tangkap Momen Kelahiran Galaksi

Syamsudin Prasetyo


INILAH.COM, Jakarta - Astronom mengeluarkan foto tampilan panorama galaksi termuda di alam semesta. Benih galaksi ini tumbuh sejak terjadinya Big Bang dan berkembang bersama proses evolusi.

Galaksi adalah kumpulan bintang yang memenuhi kosmos. Yang paling besar semacam galaksi Bima Sakti luasnya lebih dari 100 ribu tahun cahaya (hampir 600 ribu triliun mil) dan mengandung ratusan miliar bintang-bintang.

Galaksi yang lebih awal muncul juga lebih lemah, lebih kecil dan diisi oleh bintang yang lebih muda dan sangat besar. Mereka bersinar dalam rentang usia 600 juta hingga 800 juta tahun setelah Big Bang, yang terjadi sekitar 13,7 miliar tahun lalu.

“Ini adalah benih galaksi yang lebih besar daripada Bima Sakti nantinya,” ujar Astronom dari Universitas California – Santa Cruz Garth Illingworth.

Dipenuhi dengan bintang muda berwarna biru, galaksi baru ini hanya seukuran seperduapuluh diameter galaksi Bima Sakti dan massanya 1% sebagaimana terlihat melalui Great Observatories Origins Deep Survey.

“Kami rutin melihat galaksi dalam berbagai bentuk, usia dan ukuran,” ujar Astronom Rogier Windhorst dari Universitas Arizona di Tempe.

Gambar yang berhasil diambil oleh kamera baru Hubble membuah sebuah periode meleburnya galaksi pada saat 9 miliar hingga 7 miliar tahun lalu.

Dikombinasikan dengan observasi kimiawi dari teleskop infra merah Spitzer NASA dan teleskop X-ray Chandra, astronom mendapatkan gambar yang lengkap bagaimana galaksi terbentuk, bergabung dan tumbuh.[ito]

Sabtu, 20 Februari 2010

putih abu-abu

PUTIH ABU-ABU
Terharu dan Bangga. Itulah hal yang terasa di hati kita saat pertama kali memakai seragam putih abu-abu.
Terharu, karena kerja keras kita selama masa SMP membuahkan hasil yang baik.
Dan bangga, karena pada saat itu orang-orang mulai memberikan tanggung jawab dan percaya pada kemampuan kita.

Putih abu-abu. Sebuah kalimat yang identik dengan kata ‘dewasa’.
Tetapi yang perlu ditekankan disini adalah, apakah dengan berseragam putih abu-abu kita telah benar-benar dewasa ? jawabannya belum tentu.
Buktinya banyak anak-anak SMA yang masih melakukan perbuatan seperti anak kecil, contohnya seperti bolos sekolah atau yang lebih dikenal dengan 'cabut'.
Ini adalah sebuah masalah klasik yang sekarang telah menjadi tren masa kini.

Masa SMA adalah masa transisi menuju proses kedewasaan dan masa penemuan jati diri.
Di SMA inilah secara tidak langsung kita dididik untuk siap terjun ke masyarakat.

Membicarakan masa SMA, yang terlintas dipikiran kita adalah masa-masa yang indah dan menyenangkan.
Sebagian orang berpikir masa-masa SMA adalah masa untuk bersenang-senang.
Untuk bersenang-senang? Tetapi bagi saya tidak.
Memang pada awalnya kita belum terlalu disibukkan oleh tugas-tugas yang diberikan guru, tetapi lama kelamaan tugas-tugas yang diberikan pun kian banyak. Sehingga kita hanya memiliki sedikit waktu luang.

Ya, sesulit dan sesibuk apapun masa SMA. Tetap, SMA adalah masa yang paling indah.
Selamat berjuang teman-teman .
Masa depan ada ditangan mu.
Tunjukkan jati diri kalian.
Fighting ! !

(unun nadia, berdasarkan pengalaman pribadi)
Lubang Hitam Telan Bumi Lebih Lambat
Syamsudin Prasetyo

INILAH.COM, Jakaarta - Fenomena astrofisika yang menarik adalah lubang hitam yang mahadahsyat. Massa densitas tinggi itu mampu memakan segala materi dengan gravitasi yang sangat kuat.
Telah diketahui bahwa lubang hitam berada di tengah galaksi Bima Sakti. Dengan sebutan Sagittarius A*, lubang hitam ternyata lebih lemah dari dugaan awal dilihat dari kemampuannya menangkap massa yang signifikan.
Lubang hitam dibatasi oleh lusinan bintang muda. Lubang hitam juga menarik gas keluar dari bintang-bintang muda ini, tetapi hanya sebagian kecil persentase dari aliran kekuatan yang sangat besar.
Estimasi sebelumnya menghitung tingkat konsumsi hanya 1% dari gas yang ada di bintang. Saat ini studi terbaru degnan menggunakan data observasi X-ray Chandra NASA, telah menemukan bahwa lubang hitam menelan lebih kecil daripada angka sebelumnya, yakni hanya sebesar 0,01% dari hasil indikasi model.
Data yang diobservasi memberikan kemampuan pengembangan model yang akhirnya menjelaskan perilaku energik di dalam wilayah antara bintang muda dan horizon tengah lubang hitam.
Model terbaru memberikan pengetahuan lebih banyak gas yang terdorong keluar daripada yang tersedot masuk. Secara kebetulan piringan tambahan lubang hitam menjadi lebih panas selama proses penyedotan gas densitas tinggi terjadi.
Beberapa gas ini lari menjauh, bertabrakan dengan partikel gas tetangga dalam bentuk angin. Fenomena yang dikenal sebagai radiasi itu semakin memanas dalam tekanan yang ada di sekeliling lubang hitam dan menciptakan dorongan keluar gas dari lubang hitam. Sebagai hasilnya lubang hitam hanya mampu memakan sangat sedikit jumlah gas yang ada.
Hal tersebut adalah berita bagus bagi bumi, karena lubang hitam di galaksi Bima Sakti berpotensi menyedot segalanya termasuk bumi, maka menjadi semakin mengurangi kekhawatiran mengingat kemampuan lubang hitam yang sebenarnya. Dengan ketakutan yang berkurang terhadap lubang hitam, maka bisa mengalihkan perhatian kepada lubang hitam mikro dan Hadron Collider.
Studi terbaru tersebut adalah usaha terbaik observasi X-ray Chandra NASA. Observasi mampu menghitung kekayaan data, hampir mendekati satu juga detik rekaman. Sebagian besar data tersebut diperoleh dari gas yang berjalan dari sisa supernova.
Diantara fenomena menakjubkan lainnya yang diobservasi adalah filamen X-ray. Filamen diperkirakan sebagai hasil interaksi struktur magnetik raksasa dengan kekuatan energi elektron yang diproduksi oleh pulsar. Fenomena aneh ini disebut sebagai nebula angin pulsar.
Fakta terbaru tentang Sagittarius A* disampaikan dalam pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika oleh Roman Shcherbakov dan Robert Penna dari Universitas Harvard dan Frederick K Baganoff dari Institut Teknologi Massachusetts.[ito]

Asteroid Apophis Tabrak Bumi

Rusia Ketakutan Asteroid Apophis Tabrak Bumi

Syamsudin Prasetyo

(connuestroperu.com)

INILAH.COM, Jakarta - Agen Luar Angkasa Rusia mengadakan pertemuan membahas Apophis. Asteroid yang mendekati bumi tahun 2029 itu jika tidak dihancurkan bisa membunuh jutaan nyawa.

“Apophis ditemukan pada tahun 2004,” jelas Direktur Institut Astronomi Rusia Boris Shustov.

“Probabilitas tabrakan dengan bumi sangatlah tinggi, sekitar 1 banding 30. Tabrakan benda super besar tersebut dengan planet kita akan menyebabkan kerusakan yang sangat hebat.”

Sebuah asteroid dengan diameter sebesar 300m bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Tapi ilmuwan lain memperkirakan probabilitas tabrakan tersebut rendah.

Ilmuwan mengatakan masa kritis akan terjasi pada 2029 di mana Apophis melewati bumi dan akan bisa dilihat dengan mata telanjang. Meskipun belum ada ancama terhadap dampaknya pada momen khusus tersebut, namun ilmuwan masih memperhitungkan potensi kerusakan dari 27 juta ton batu yang akan menabrak bumi tersebut. Apophis juga akan mendatangi bumi kembali pada tahun 2036.

NASA telah menyingkirkan semua kekhawatiran dari peluang tabrakan tersebut.

“Saya tahu bahwa ilmuwan NASA telah sangat sibuk melacak orbit asteroid langka ini dengan sangat hati-hati dan saya tahu bahwa mereka saat ini tengah berusaha menurunkan risiko yang mungkin terjadi,” ujar Presiden Firma Koneksi Sains Patrick Fullick di London. “

Sementara itu, Agensi Ruang Angkasa Rusia mengatakan tetap menginginkan segala sesuatunya dipersiapkan.

“Saya pikir melebih-lebihkan masalah dan menakuti diri sendiri bukanlah hal yang tepat,” sebagaimana diakui Presiden Akademi Kosmonot Rusia Anatoly Koroteev. “Tetapi tidak melakukan apa-apa dan tidak mengukur apapun tetaplah salah, maka tindakan harus tetap ada, karena ancaman akan datang.”

NASA telah menghitung jika asteroid tersebut bertubrukan dengan bumi, maka ledakannya akan sama dengan ribuan kali lebih kuat daripada bom atom di Hiroshima.

Yury Karash, salah seorang anggota Akademi Kosmonot Rusia mengatakan bahwa konsekuensi dampaknya tidak akan global melainkan regional. Meskipun demikian tubrukan tersebut mampu menghapus banyak negara dan menghasilkan reaksi berantai destruktif di lingkungan manusia.

Valery Menshikov, juga anggota Akademi Kosmonot Rusia mengatakan bahwa ilmuwan harus lebih berhati-hati dengan tidak memperhitungkan bahaya asteroid.

“Ada sejumlah besar asteroid yang berkeliling bumi dan melintasi orbit bumi. Banyak stasiun luar angkasa yang memonitor bahaya asteroid, tetapi sedihnya manusia jarang memperhatikan mereka,” ujar Menshikov.

“Pada bulan Oktober tahun 2009, sebuah batu asteroid meledak melewati Indonesia pada ketinggian 10-12 km. Total tenaga ledakan sama dengan 50 megaton, yang bisa disandingkan dengan tiga kali lipat ledakan Hiroshima,” tambah Menshikov.

Dengan meledakkan Apophis dengan menggunakan senjata nuklir untuk mencegah dampak asteroid raksasa tersebut dilarang oleh pakta internasional. Salah satu strategi potensial yang digunakan adalah dengan mengirim pesawat ruang angkasa untuk mengalihkan arah asteroid tersebut.[ito]